Mona pun tersenyum setelah mendengar perkataan sinisnya. Lalu berkata lembut.
"hmm bintang.. jangan marah gitu dong aku gak kunci pintu kamar kok, tapi pintunya memang harus diputar pelan-pelan karena sedikit macet.."
Bintang adalah adik perempuan Mona, umurnya terlampau jauh 4tahun. Bintang memang terlihat lebih tomboy sedangkan Mona terlihat sangat feminem. "Alaah alesan! gua udah bulak-balik buka pintu kamar loe!emang gak bisa" dengan nada yang semakin sinis, tiba-tiba wanita pauh baya tetapi nampak masih muda menghampiri kami dilantai atas. Lalu berlari mendekati Mona dengan wajah yang pani. "Mona sayang.. kamu kenapa? kamu sakit? mana yang sakit?kenapa kamr kamu dikuncisayang?" sambil mengelus rambut panjang Mona.
"Ibu aku gak apa-apa kok.. Ibu jangan kawatir ya sama Mona, Mona itu kuat Bu.." sahut Mona. Lalu tiba-tiba disela oleh Bintang. "Kuat? gak salah?Loe itu cewek lemah!". wanita paruh baya itu pun menyela sahutan Bintang dengan mata yang membelalak menatap Bintang. " Bintang ! apa-apaan kamu! gak berhak kamu bilang itu kepada anak saya ! pergi kamu!". bintang pun tercengang
Selasa, 11 Oktober 2011
Minggu, 02 Oktober 2011
Bintang Untuk Ibu
Ambilkan Bintang bu..
untuk menerangi tidurku yang lelap dimalam ini..
untuk menerangi tidurku yang lelap dimalam ini..
Sepenggal syair lagu itu menjadi inspirasiku membuatsuatu tulisan ini. Tetapi kali ini sepenggal syair tersebut dalam kata yang semestinya Bulan kuubah menjadi Bintang, karenakekagumanku dengan benda angkasa tersebut. Bintang adalah benda angkasa menakjubkan yang ingin kumiliki, cahayanya tersebut membuatnya dapat dibedakan walaupun nampak sangat kecil dari jarak pandang manusia.
Malam itu disebuah rumah Minimalis nampak seorangwanita bersandar didekat jendela kamar yang terbuka lebar. Wanita itu tersenyum-senyum kecil sambil membayangkan sesuatu saat iamenatap benda angkasa yang kecil nan indah itu. Ia berkata dalam hatinya.
"Jika aku bisa terbang, aku ingin meraih bintang itu dan akan kupersembahkan untuk Ibu, walaupun haru mengorbankan nyawa ku untuk menggapainya. Aku tidak ingin meminta Ibu yangmengambilnya karena aku yang akan siap berkorban demi nya untuk menyinari hari-harinya jika ia bersedih". Braaak..
Tiba-tiba saja pintu kamar Mona, wanitayang sedang bersandar dijendela kamarnya tersebut terbuka lebar nampak telah didobrak. Mona pun terkejut lalu menoleh kearah pintu kamarnya yang telah didobrak.
"Hey Mona! jangan suka kunci kamar deh.. mentang-mentang tidur dikamar bagus sendirian, kamar pake dikunci segala, takut dicuri ya barang berharganya?"
Sahutnya sinis. lalu terlihat kesakitan sambil mengelus-elus lengannya yang baru saja mendobrak pintu kamar Mona.
CONTINUED..
Langganan:
Postingan (Atom)