Minggu, 02 Oktober 2011

Bintang Untuk Ibu

Ambilkan Bintang bu..
untuk menerangi tidurku yang lelap dimalam ini..
Sepenggal syair lagu itu menjadi inspirasiku membuatsuatu tulisan ini. Tetapi kali ini sepenggal syair tersebut dalam kata yang semestinya Bulan kuubah menjadi Bintang, karenakekagumanku dengan benda angkasa tersebut. Bintang adalah benda angkasa menakjubkan yang ingin kumiliki, cahayanya tersebut membuatnya dapat dibedakan walaupun nampak sangat kecil dari jarak pandang manusia.
Malam itu disebuah rumah Minimalis nampak seorangwanita bersandar didekat jendela kamar yang terbuka lebar. Wanita itu tersenyum-senyum kecil sambil membayangkan sesuatu saat iamenatap benda angkasa yang kecil nan indah itu. Ia berkata dalam hatinya.
"Jika aku bisa terbang, aku ingin meraih bintang itu dan akan kupersembahkan untuk Ibu, walaupun haru mengorbankan nyawa ku untuk menggapainya. Aku tidak ingin meminta Ibu yangmengambilnya karena aku yang akan siap berkorban demi nya untuk menyinari hari-harinya jika ia bersedih". Braaak.. 
Tiba-tiba saja pintu kamar Mona, wanitayang sedang bersandar dijendela kamarnya tersebut terbuka lebar nampak telah didobrak. Mona pun terkejut lalu menoleh kearah pintu kamarnya yang telah didobrak.
"Hey Mona! jangan suka kunci kamar deh.. mentang-mentang tidur dikamar bagus sendirian, kamar pake dikunci segala, takut dicuri ya barang berharganya?"
Sahutnya sinis. lalu terlihat kesakitan sambil mengelus-elus lengannya yang baru saja mendobrak pintu kamar Mona.
CONTINUED..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar